<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5006922877442218247</id><updated>2011-04-21T22:28:43.719-07:00</updated><title type='text'>KESEHATAN DAN KEPERAWATAN</title><subtitle type='html'>KEPERAWATAN merupakan  bentuk pelayanan yang profesional sebagai bagian integral dari pelayanan KESEHATAN secara komprehensif</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kespromkes.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>YULIANIFILLA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06363603557875724474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5006922877442218247.post-2532527182454606633</id><published>2009-05-02T00:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T00:28:44.016-07:00</updated><title type='text'>MENGHADAPI STRESSOR DAN STRESS SECARA ISLAMI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada seorang pun yang tidak mengalami stress, apalagi di era globalisasi ini, muncul berbagai masalah baik secara social, budaya maupun ekonomi. namun masing-masing individu memiliki kemampuan reaksi yang berbeda dalam menghadapinya. Tahukah anda apa itu stress?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mendengar kata stress baik dikalangan ilmuwan maupun di masyarakat umum dan memiliki arti yang berbeda. Ada yang mendefinisikan bahwa stress  timbul akibat dari kurangnya ketenangan internal karena konflik di dalam diri individu yang mendorong gangguan eksternal pada perilaku dan kesehatan. Ada juga  yang mengartikan bahwa stress adalah kejadian yang tidak menyenangkan, atau penyakit. Sedangkan dimasyarakat umum stress terkadang diartikan  takut,  bingung, susah, bosan dan sebagainya. Dunia tanpa stressor (Penyebab stress) itu sangat tidak mungkin, masalahnya bukan menghindari stressor atau stress, tapi bagaimana menghadapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress sangat mempengaruhi tubuh manusia, stress dapat membuat individu melakukan kompromi terhadap kesehatannya, misalnya ketika individu stress individu tersebut akan lupa memerhatikan dirinya, kurang olah raga, pola makan berubah, kurang tidur bahkan mengkin menggunakan obat-obat terlarang (narkoba). Bahkan individu yang stress dapat mengabaikan keselamatannya karena konsentrasinya terpecah. Berdasarkan penelitian, individu yang mengalami stress akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah, juga kolesterol dan jika peningkatan ini terjadi terus menerus maka bisa mengakibatkan penyakit jantung koroner (penyakit jantung yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah koroner yaitu yang mensuplay darah yang kaya oksigen ke otot jantung). Dengan kata lain stress dapat mengakibatkan ketahanan fisik terganggu dan angka resiko penyakit tertentu akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah langkah pertama dalam menghadapi stress adalah self awareness, individu menyadari bahwa dalam dirinya sedang mengalami stress caranya adalah dengan memperhatikan tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh stress tersebut. Tanda dan gejalanya stress diantaranya adalah individu merasa gelisah, tidak bisa tenang (santai), gampang marah dan merasa akan meledak jika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan keinginan individu tersebut, merasa sangat lelah atau lelah yang berkepanjangan, susah berkonsentrasi, hilang minat untuk berekreasi, selalu khawatir, bekerja terlalu berlebihan, frekuensi merokok bertambah, minum minuman keras (beralkohol tinggi) atau mengkonsumsi obat terlarang, kadang merasa masa depan suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjunya cobalah mengubah sikap terhadap stressor, semakin kita menganggap stressor itu penting, maka semakin besar stress yang ditimbulkannya. Makin santai dan relax stressor itu kita hadapi maka akan semakin banyak alternative penyelesaian  yang dapat kita lihat dan stress akan semakin ringan kita rasakan. Berusahalah secara realistis dan proporsional, percayalah pada orang lain, dan lakukanlah  relaxasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Islam mengajarkan umatnya menghadapi stress, hal ini ditunjukan dalam QS. Surah Al-Anbiya : 83-85, secara garis besarnya ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi stress 1. Hubungan dengan Allah, 2. Pengaturan perilaku, dan 3. Dukungan social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan Allah, terdapat beberapa cara untuk melakukan hubungan dengan Allah, 1. Mendirikan shalat, 2. Membaca Alquran, 3. Membaca doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan sholat dimulai dari azan, wudlu dan kemudian pelaksanaan sholat itu sendiri. Azan merupakan panggilan untuk umat Islam melakukan shalat, dalam panggilan itu tertera kalimat  “ Raihlah kemenangan”, kalimat ini adalah kalimat yang positif untuk pengembangan diri sebagai awal untuk menumbuhkan kemampuan beradaptasi terhadap stress. Sebelum shalat diwajibkan berwudlu, dengan berwudlu anggota tubuh umat Islam akan tersirami dengan air, dan air memiliki sifat mendinginkan dan dianggap dapat menenangkan emosi seseorang. Ketika melakukan shalat yang khusuk, seseorang tidak hanya berkonsentrasi terhadap Allah tetapi juga berkomunikasi dengan Nya, dengan suara perlahan, membaca firman Allah, membungkuk menghormatinya, bersujud menyerahkan diri, memuji Allah dengan kata-kata terbaik dan indah, hal ini merupakan bentuk pengembangan diri yang paling dinamik dari metoda konsentrasi untuk membersihkan jiwa manusia. Secara ilmiah shalat yang khusuk sering dipandang sebagai  salah satu media untuk melakukan relaksasi dan komunikasi. Sholat mengurangi stimulasi reaksi psiko-fisiologis yang menghasilkan respon relaksasi. Sholat dapat memberikan dukungan psikologis bagi yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Al-quran, dengan membacanya hati seseorang akan menjadi tenang karena mengingat Allah, Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ahmed E.Qasi dan kawan-kawan tentang pengaruh pembacaan Al-Quran terhadap pendengarnya menunjukkan penurunan tekanan darah, detak jantung kembali normal, dan penurunan ketegangan otot tubuh. Dan pengaruh ini tidak hanya terhadap umat Islam tetapi juga terhadap umut non Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca doa, Doa merupakan alat komunikasi dengan Allah yang dapat memberikan dukungan dalam menghadapi konflik atau masalah. Doa dapat memberikan ketenangan, dan sebagaimana kita ketahui stress  timbul akibat dari kurangnya ketenangan internal karena konflik di dalam diri individu yang mendorong gangguan eksternal pada perilaku dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan perilaku, secara ilmiah dikenal dengan konsep pengobatan perilaku (behavior medicine), hal ini dilakukan untuk mengurangi stress. Ini dilakukan dengan cara tekhnik pengaturan diri (self regulator) yang menekankan kedisiplinan pada individu sebagai cara adaptif untuk mengobati stress. Dan teknik penggiatan diri (behavior activation) dimana seseorang diberi kegiatan agar merasa berharga dan ini merupakan awal untuk memperbaiki diri individu. Islam mengatur umatnya bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu, berpikir positif dan dengan mencontoh perilaku rasulullah yang dapat kita temukan dalam hadis, ini semua merupakan bentuk dari mendisiplinkan diri dan pengaturan perilaku dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan Sosial, Dalam kedokteran psikologi, Perilaku interaksi adalah salah satu cara dalam menghadapi stress. Dalam pengobatan ini, perkataan dan pikiran positif, serta tanggung jawab terhadap keluarga dan lingkungan social memainkan peranan yang penting. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang memandang penting berpikir positif dan pengaturan hubungan suami istri dan lingkungan social yang harmonis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5006922877442218247-2532527182454606633?l=kespromkes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kespromkes.blogspot.com/feeds/2532527182454606633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/05/menghadapi-stressor-dan-stress-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/2532527182454606633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/2532527182454606633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/05/menghadapi-stressor-dan-stress-secara.html' title='MENGHADAPI STRESSOR DAN STRESS SECARA ISLAMI'/><author><name>YULIANIFILLA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06363603557875724474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5006922877442218247.post-5641648032969419059</id><published>2009-04-04T01:23:00.001-07:00</published><updated>2009-04-04T18:54:35.433-07:00</updated><title type='text'>KOMUNIKASI DALAM  KEPERAWATAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Sepanjang rentang daur kehidupannya manusia sesungguhnya melakukan komunikasi dari mulai manusia itu masih dirahim ibunya, lalu dilahirkan sampai dengan menjelang meninggal atau kematiannya. Karena itu komunikasi tidak bisa dipisahkan dari setiap individu yang hidup. Komunikasi juga merupakan hal yang sangat penting bagi individu dalam melakukan interaksi. Kadangkala individu merasakan komunikasi menjadi tidak efektif karena kesalahan dalam menafsirkan pesan yang diterimanya. Hal ini disebabkan karena setiap manusia mempunyai keterbatasan dalam menelaah komunikasi yang disampaikan. Kesalahan dalam menafsirkan pesan bisa disebabkan karena persepsi yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga sering terjadi pada institusi pelayanan kesehatan, misalnya pasien sering komplain karena tenaga kesehatan tidak mengerti maksud pesan yang disampaikan pasien, sehingga pasien tersebut menjadi marah dan tidak datang lagi mengunjungi pelayanan kesehatan tersebut. Atau contoh lain adalah selisih faham atau pendapat antara tenaga kesalahan karena salah mempersepsikan informasi yang diterima yang berakibat terjadinya konflik antara tenaga kesehatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesalahan penerimaan pesan terus menerus berlanjut dapat berakibat pada ketidakpuasan baik dari pasien maupun tenaga kesehatan. Kondisi ketidak puasan tersebut akan berdampak pada rendahnya mutu pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan, dan larinya pasien kepada institusi pelayanan kesehatan lainnya yang dapat memberikan kepuasan.&lt;br /&gt;Untuk menghindari rendahnya mutu pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan (perawat) dan hilangnya pasien atau pelanggan ke tempat lain maka alangkah sangat bijaksana dan tepat, jika suatu institusi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Salah satu bentuknya adalah dengan meningkatkan kemampuan komunikasi yang baik dan tepat bagi perawat. Berikut akan dibahas secara detail komunikasi yang baik dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami pentingnya komunikasi yang efektif serta memiliki keterampilan baru dalam berkomunikasi&lt;br /&gt;2. Mengetahui cara bersikap kepada pelanggan baik internal (tenaga kesehatan) maupun eksternal (pasien, keluarga)&lt;br /&gt;3. Mengetahui cara menggunakan teknik komunikasi yang baik dalam menangani keluhan pelanggan dan mampu mempraktekkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI UMUM&lt;br /&gt;Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi atau proses pemberian arti sesuatu antara dua atau lebih orang dan lingkungannya bisa melalui simbol, tanda atau perilaku yang umum, dan biasanya terjadi dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen dalam komunikasi:&lt;br /&gt;Sender (pemberi pesan): individu yang bertugas mengirimkan pesan.&lt;br /&gt;Receiver (penerima pesan): seseorang yang menerima pesan. Bisa bernbentuk pesan yang diterima maupun pesan yang sudah diinterpretasikan.&lt;br /&gt;Pesan : informasi yang diterima, bisa berupa kata, ide atau perasaan. Pesan akan efektif bila jelas dan terorganisir yang diekspresikan oleh si pengirim pesan.&lt;br /&gt;Media: metode yang digunakan dalam pesan yaitu kata, bisa dengan cara ditulis, diucapkan, diraba, dicium. Contoh: catatan atau surat adalah kata; bau badan atau cium parfum adalah penciuman (dicium), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan balik: penerima pesan memberikan informasi/ pesan kembali kepada pengirim pesan dalam bentuk komunikasi yang efektif. Umpan balik merupakan proses yang kontinyu karena memberikan respons pesan dan mengirimkan pesan berupa stimulus yang baru kepada pengirim pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi menjadi penting karena :&lt;br /&gt; Dapat merupakan sarana terbina hubungan yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan.&lt;br /&gt; Dapat melihat perubahan perilaku yang terjadi pada individu atau pasien&lt;br /&gt; Dapat sebagai kunci keberhasilan tindakan kesehatan yang telah dilakukan&lt;br /&gt; Dapat sebagai tolak ukur kepuasan pasien&lt;br /&gt; Dapat sebagai tolak ukur komplain tindakan dan rehabilitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip komunikasi yang penting untuk diketahui :&lt;br /&gt; Komunikasi bukanlah benda, ia sebuah proses&lt;br /&gt; Komunikasi bersifat kompleks&lt;br /&gt; Komunikasi tidak dapat digantikan&lt;br /&gt; Komunikasi melibatkan keterlibatan yang total dari kepribadian kita &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI INTERPERSONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjatara dua individu atau lebih dan pesan berisi verbal maupun non verbal. Komunikasi ini sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari dan penting untuk kehidupan sosial, dengan tujuan:&lt;br /&gt; Dapat untuk bertukar pikiran&lt;br /&gt; Dapat membantu menyelesaikan masalah&lt;br /&gt; Dapat membantu membuat keputusan&lt;br /&gt; Dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan kehidupannya&lt;br /&gt; Dalam melakukan proses komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh beberapa faktor terhadap isi pesan dan sikap penyampaian pesan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan&lt;br /&gt;Pada prinsipnya dalam berkomunikasi yang perlu diperhatikan adalah siapa yang diajak berkomunikasi. Maka dalam berkomunikasi isi pesan dan sikap menyampaikan pesan harus disesuaikan apakah yang kita ajak bicara adalah anak-anak, remaja, dewasa atau usia lanjut. Pasti akan berbeda dalam berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi&lt;br /&gt;Persepsi adalah pandangan personal terhadap suatu kejadian. Persepsi dibentuk oleh harapan dan pengalaman. Kadangkala persepsi merupakan suatu hambatan kita dalam berkomunikasi. Karena apa yang kita persepsikan belum tentu sama dengan yang dipersepsikan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai&lt;br /&gt;Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga sangat penting bagi pemberi pelayanan kesehatan untuk menyadari nilai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang budaya&lt;br /&gt;Gaya berkomunikasi sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Budaya inilah yang akan membatasi cara bertindak dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi&lt;br /&gt;Emosi adalah perasaan subjektif tentang suatu peristiwa. Dalam berkomunikasi kita harus tahu emosi dari orang yang akan kita ajak berkomunikasi. Karena emosi ini dapat menyebabkan salah tafsir atau pesan tidak sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan&lt;br /&gt;Komunikasi akan sulit dilakukan jika orang yang kitan ajak berkomunikasi memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda. Untuk itu maka kita harus bisa menempatkan diri sesuai dengan tingkat pengetahuan yang kita ajak bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran&lt;br /&gt;Gaya komunikasi harus di sesuaikan dengan peran yang sedang kita lakukan. Misalnya ketika kita berperan membantu pasien akan berbeda ketika kita berperan atau berkomunikasi dengan tenaga kesehatan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatanan interaksi&lt;br /&gt;Komunikasi interpersonal akan lebih efektif jika dilakukan dalam lingkungan yang menunjang. Kalau tempatnya bising, ruangan sempti, tidak leluasa untuk berkomunikasi dapat mengakibatkan ketegangan dan tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan psikologis dalam proses komunikasi:&lt;br /&gt; Adanya perbedaan persepsi&lt;br /&gt; Terlalu cepat menyimpulkan&lt;br /&gt; Kurangnya pengetahuan&lt;br /&gt; Kurangnya minat&lt;br /&gt; Sulit mengekspresikan diri&lt;br /&gt; Adanya emosi&lt;br /&gt; Adanya tipe kepribadian tertentu&lt;br /&gt; Adanya pandangan stereotipe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI NON VERBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diamati dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita menggunakan bahasa tubuh dalam melakukan komunikasi. Mungkin penggunaan bahasa tubuh dalam berkomunikasi bisa dengan disengaja ataupun tidak disengaja. Hal ini akan berpengaruh pada pesan yang disampaikan sehingga pesan dengan menggunakan bahasa tubuh tersebut dapat diterima kadangkala juga tidak. Tetapi pada dasarnya komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh lebih mudah diterima dan dicerna oleh penerima pesan dibandingkan dengan komunikasi verbal.&lt;br /&gt;Hal ini didukung dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 55% menggunakan bahasa tubuh atau dari ekspresi tubuh&lt;br /&gt; 38% dari nada suara&lt;br /&gt; 7% dari kata-kata yang diungkapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat pada hasil penelitian maka komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh atau yang dikenal dengan komunikasi non verbal sangat berperan penting dalam penerimaan pesan yang disampaikan. Komunikasi non verbal juga secara tidak sengaja dapat menimbulkan motivasi dan indikasinya lebih akurat dari kata yang disampaikan seseorang dengan hal yang diucapkan. Yang dimaksud dengan komunikasi non verbal adalah isyarat, tekanan suara, pergerakan tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan fisik.&lt;br /&gt;Bahasa non verbal dapat dikatagorikan dan diamati menjadi 4 (empat) yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penampilan fisik, lebih pada ke arah pandangan seseorang terhadap orang lain. penampilan seseorang meliputi karakteristik fisik dan cara berpakaian. Pakaian dan perhiasan atau dandanan merupakan sumber informasi tentang seseorang. Pakaian menggambarkan status sosial, budaya, agama, konsep diri, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Jarak, prinsipnya setiap orang punya jarak untuk berkomunikasi tergantung pada kenyamanan dan kedekatan hubungannya. Jarak merupakan isyarat yang umum digunakan saat melakukan hubungan antara dua orang.. Biasanya hal ini berhubungan dengan norma sosial budaya dan adat istiadat individu.&lt;br /&gt;3. Gerakan tubuh, yang termasuk adalah gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan kepala, ekspresi wajah (misalnya tersenyum), kontak mata dan postur tubuh. Gerakan-gerakan ini bisa memberi makna tertentu yang artinya tergantung dari budaya dimana bahasa itu berlaku.&lt;br /&gt;4. Sentuhan merupakan kecepatan dari individu dan tindakan. Kemungkinan pesan yang disampaikan dalam bentuk nonverbal (Smith et al, 1997). Respon individu dipengaruhi oleh tempat, latar belakang sosial budaya, jenis hubungan, komunikasi berdasarkan jenis kelamin, usia dan harapan. Sentuhan dapat dilakukan saat individu melakukan pertemuan pertama kali atau berhubungan dengan orang lain. Konsep sentuhan yang terapeutik adalah dengan jalan melakukan jabat tangan atau menggunakan sikap terbuka dalam membatu pasien yang mengalami sakit atau memerlukan bantuan. Sentuhan merupakan awal dan dasar dalam melakukan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEPSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang apa yang kita inginkan orang lain tahu maksud kita, tetapi pada kenyataannya tidak semua atau orang yang kita harapkan mengerti. Contohnya: seorang ibu hamil 5 bulan dan kehamilannya merupakan yang pertama, ia mencoba meminta sesuatu dengan mengatakan pada suaminya “saya mau mangga”. Dibayangan sang ibu adalah suaminya akan membelikan mangga muda dan ia akan memakan dengan nikmatnya. Sang ibu berpikir bahwa suaminya akan mengerti dengan mangga yang diinginkannya dan tidak perlu diberitahu mangga yang bagaimana yang harus dibeli sang suami. Kemudian sang suami membelikan mangga dan menyerahkannya. Ibu marah karena suaminya tidak membelikan mangga yang diinginkannya dan mengatakan suami tidak perhatian. Kemudian Suami berpikir apakah saya salah membelikan mangga ya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian di atas, bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sering mempersepsikan apa yang kita inginkan pasti orang lain juga sama persepsinya. Begitu juga jika kita berhadapan dengan pasien maka yang perlu kita tanyakan apakah yang dimaksud pasien sama dengan yang kita pikirkan. Karena persepsi yang salah dapat menyebabkan seseorang menjadi tegang, tidak suka, tidak nyaman dan tidak puas. Untuk itu perlunya kita memahami persepsi agar orang menjadi senang, bahagia dan puas.&lt;br /&gt;Persepsi adalah pandangan seseorang terhadap suatu kejadian. Dimana persepsi dibentuk oleh harapan dan pengalaman. Persepsi individu pada situasi yang sama dapat berbeda. Hal ini terjadi karena setiap individu itu unik, punya nilai hidup dan pengalaman hidup, sehingga penerimaan dan interpretasi yang dihasilkan bisa berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP DALAM BERKOMUNIKASI&lt;br /&gt;Berikut ini kasus yang terjadi pada pasien yang datang berobat ke suatu poliklinik. Pasien mendaftar dibagian pendaftaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 1&lt;br /&gt;Saat itu pasien yang ada di poliklinik ramai B. Pasien berkata: “mbak saya mau daftar, berobat ke dokter A”. Penerima pendaftaran berkata: “tunggu aja bu, nanti juga dipanggil” (menjawab dengan ketus, tidak memandang pasien dan ekspresi marah)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 2&lt;br /&gt;Saat itu pasien yang ada di poliklinik ramai C. Pasien berkata: “mbak saya mau daftar, berobat ke dokter A”. Penerima pendaftaran berkata: “selamat pagi ibu, ada yang bisa saya bantu, oh..jadi ibu mau mendaftar untuk dokter A, ibu dapat nomor 5, silakan ibu menunggu di depan kamar 6” (menjawab dengan ramah, berjabat tangan, memandang ke arah pasien dan tersenyum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika me;ihat kondisi tersebut mana yang akan saudara pilih? Tentu saudara setuju akan memilih kasus 2 karena dengan melihat kejadian tersebut bahwa komunikasi yang baik jika didasari dengan keramahan dan kenyamanan untuk pasien sehingga diharapkan pasien menjadi senang dan puas. Kepuasan yang dirasakan pasien tidak bisa diukur dengan uang tetapi sudah sejauhmanakah kita memberikan pelayanan kesehatan yang baik dengan cara bersikap yang baik.&lt;br /&gt;Berikut ini ada lima sikap atau cara untuk menghadirkan diri secara fisik yang dapat memfasilitasi komunikasi yang terapeutik yaitu:&lt;br /&gt; Berhadapan, Arti posisi ini adalah “ saya siap untuk anda”&lt;br /&gt; Mempertahankan kontak mata, Kontak mata pada level yang sama berarti menghargai klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi&lt;br /&gt; Membungkuk ke arah klien, Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengarkan sesuatu&lt;br /&gt; Mempertahankan sikap terbuka, tidak melipat kaki atau tangan menunjukkan keterbukaan berkomunikasi&lt;br /&gt; Tetap relaks, Tetap dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam memberikan respons pada klien&lt;br /&gt; Berjabat tangan, Menunjukkan perhatian dan memberikan kenyamanan pada pasien serta penghargaan atas keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap terapeutik dapat teridentifikasi melalui perilaku non verbal, yaitu:&lt;br /&gt; Isyarat vokal, misalnya: tekanan suara, kualitas suara, tertawa, irama, dan kecepatan bicara&lt;br /&gt; Isyarat tindakan, semua gerakan tubuh, termasuk ekspresi wajah dan sikap tubuh&lt;br /&gt; Isyarat objek, misalnya; pakaian dan benda pribadi lainnya&lt;br /&gt; Ruang, kedekatan hubungan antara dua orang dimana tergantung pada norma-norma sosial budaya yang dimiliki.&lt;br /&gt; Sentuhan &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5006922877442218247-5641648032969419059?l=kespromkes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kespromkes.blogspot.com/feeds/5641648032969419059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/04/komunikasi-dalam-keperawatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/5641648032969419059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/5641648032969419059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/04/komunikasi-dalam-keperawatan.html' title='KOMUNIKASI DALAM  KEPERAWATAN'/><author><name>YULIANIFILLA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06363603557875724474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5006922877442218247.post-921140312461914559</id><published>2009-03-31T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T05:37:21.032-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-9e.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3458764513834443422&amp;amp;site=widget-9e.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3458764513834443422&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-9e.slide.com/p1/3458764513834443422/bb_t054_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3458764513834443422&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-9e.slide.com/p2/3458764513834443422/bb_t054_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3458764513834443422&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-9e.slide.com/p4/3458764513834443422/bb_t054_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5006922877442218247-921140312461914559?l=kespromkes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kespromkes.blogspot.com/feeds/921140312461914559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/03/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/921140312461914559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/921140312461914559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/03/blog-post.html' title=''/><author><name>YULIANIFILLA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06363603557875724474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5006922877442218247.post-3378571821658253850</id><published>2009-03-29T01:23:00.001-07:00</published><updated>2009-03-29T01:47:44.559-07:00</updated><title type='text'>BIKIN PROPOSAL YAH…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;I.      Langkah-langkah Penyusunan Karya tulis Ilmiah (skripsi):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Perencanaan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.    Langkah pertama mahasiswa dalam merencanakan sebuah proposal penelitian yaitu mencari masalah penelitian dan pertanyaan penelitian.&lt;br /&gt;Darimanakah  mendapatkan masalah penelitian:&lt;br /&gt;Masalah penelitian akan didapatkan dari:&lt;br /&gt;a.   Pengalaman sendiri, misalnya sebagai petugas kesehatan tentunya akan mendapatkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan atau teori dengan kenyataan dan itulah masalah.&lt;br /&gt;b.   Orang lain, yang ahli dibidangnya. Orang tersebut menyatakan ada masalah, dan pernyataan orang tersebut bida diambil sebagai masalah penelitian.&lt;br /&gt;c.   Buku tuntunan. Dengan membaca bias didapatkan permasalahan.&lt;br /&gt;d.   Penelitian, jika  membaca hasil penelitian orang lain dan disana akan mendapatkan masalah yang direkomendasikan oleh peneliti.&lt;br /&gt;e.   Bisa juga dengan melakukan penelitian kecil (small research) terkait sebuah topic, dari penelitian ini  akan didapatkan masalah.&lt;br /&gt;Pertanyaan penelitian dapat dibuat dari masalah yang telah temukan. Satu pertanyaan penelitian minimal bisa dijadikan satu judul penelitian&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.    Setelah langkah pertama selesai maka akan menuju langkah selanjutnya yaitu menuliskan isi fikiran/masalah yang ditemukan ke dalam sebuah proposal penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.   Penyusunan Proposal&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.    Latar belakang&lt;br /&gt;Merupakan pembenaran (justifikasi) terhadap pemilihan masalah penelitian.&lt;br /&gt;Dalam latar belakang calon peneliti memaparkan:&lt;br /&gt;-       mengapa penelitian tersebut harus dilakukan?&lt;br /&gt;-       bagaimana kalau tidak dilakukan penelitian?&lt;br /&gt;-       bagaimana kalau dilakukan penelitian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menjelaskan mengapa penelitian dilakukan, calon peneliti harus menjelaskan fenomena/masalah yang ada dilapangan sehingga menyebabkan perlunya untuk dilakukan penelitian. Dalam menjelaskan masalah, calon peneliti harus membandingkan antara harapan atau teori dengan kenyataan yang ada sehingga timbul kesenjangan (masalah).&lt;br /&gt;Fenomena yang ada dapat diperoleh dari:&lt;br /&gt;-       hasil penelitian pendahuluan (small research)&lt;br /&gt;-       hasil penelitian orang lain&lt;br /&gt;-       instansi lain yang sesuai&lt;br /&gt;-       pengalaman calon peneliti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data atau fenomena tersebut disusun dengan menggunakan metode deduktif atau induktif (dari umum ke khusus atau dari khusus ke umum). Contoh menggunakan metode deduktif. Dalam kesempatan ini calon peneliti ingin menjelaskan data yang berasal dari organisasi kesehatan dunia, dinas kesehatan kabupaten, dinas kesehatan provinsi, departemen kesehatan, rumah sakit kabupaten atau kota, dan unit tertentu di rumah sakit kabupaten atau kota/puskesmas/masyarakat. Maka pada saat menuliskan calon meneliti mengurutkan data atau fenomena dari:&lt;br /&gt;1.   World Health Organization (WHO) (Dunia)&lt;br /&gt;2.   Depatemen Kesehatan (Indonesia)&lt;br /&gt;3.   Dinas Kesehatan Provinsi (Provinsi)&lt;br /&gt;4.   Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota (Kabupaten atau Kota)&lt;br /&gt;5.   Rumah Sakit/Puskesmas/Masyarakat&lt;br /&gt;6.   Unit Tertentu dari Rumah Sakit/Puskesmas/Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah menampilkan fenomena tersebut calon peneliti mengungkapkan masalah atau kesenjangan yang ada, dengan cara membandingkan antara harapan dan kenyataan. Hasil perbandingan tersebut menunjukan adanya kesenjangan yang harus dicari jalan pemecahannya. Salah satu pemecahannya adalah perlunya penelitian dilakukan untuk menjawab masalah tersebut. Setelah itu peneliti juga memberikan alasan apabila penelitian tidak dilakukan dan apabila penelitian dilakukan.&lt;br /&gt;Contoh: Judul Penelitian “Hubungan antara tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan memeriksakan diri kepada petugas kesehatan RSU. Langitan Kabupaten Langitan”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.    Rumusan Masalah penelitian&lt;br /&gt;Masalah penelitian merupakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitian yang akan dilakukan. Masalah penelitian ditulis dalam bentuk kalimat tanya.&lt;br /&gt;Contoh:    agaimana Hubungan antara tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan memeriksakan diri kepada petugas kesehatan Kabupaten Langitan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Tujuan penelitian.&lt;br /&gt;Tujuan Umum:&lt;br /&gt;Tujuan umum merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini dengan kata lain tujuan akhir dari penelitian ini.&lt;br /&gt;Contoh:    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan memeriksakan diri kepada petugas kesehatan RSU Langitan Kabupaten Bumian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Khusus :&lt;br /&gt;Tujuan khusus merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui variabel independen dan dependen. Apabila ada sub variabel dari independen maupun dependen maka dibuat juga dalam tujuan khusus.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:&lt;br /&gt;a.   Mengidentifikasi tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah yang memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan&lt;br /&gt;b.   Mengidentifikasi ketaatan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah yang memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan&lt;br /&gt;c.   Mengidentifikasi tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dan memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan berdasarkan tingkat pendidikan&lt;br /&gt;d.   Mengidentifikasi tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dan memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan berdasarkan usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Manfaat Penelitian.&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan manfaat penelitian calon peneliti harus menjelaskan manfaat dari penelitian yang akan dilakukan terhadap calon peneliti, profesi calon peneliti, tempat penelitian, instansi calon peneliti kalau mungkin manfaat untuk penelitian selanjutnya. Penjelasan tentang manfaat penelitian harus ditulis secara spesifik, artinya manfaat tersebut adalah manfaat dari penelitian yang akan dilakukan bukan dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;1)    Manfaat untuk peneliti:&lt;br /&gt;-       melalui penelitian ini peneliti dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran terutama tentang hubungan tingkat pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan&lt;br /&gt;2)    Manfaat untuk profesi keperawatan:&lt;br /&gt;-       melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah memperkaya keilmuan dalam keperawatan terutama keperawatan maternitas tentang hubungan antara pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan&lt;br /&gt;-       Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah memperkaya keilmuan dalam keperawatan terutama keperawatan maternitas tentang hubungan antara pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan.&lt;br /&gt;3)    Manfaat untuk tempat penelitian&lt;br /&gt;-       Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi Rumah Sakit Umum Polewali terkait dengan hubungan antara pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan.&lt;br /&gt;4)    Manfaat untuk Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah Langitan&lt;br /&gt;-       Penelitian ini dapat dipergunakan sebagai literatur ilmiah dalam bidang keperawatan maternitas terutama dalam hubungan antara pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan.&lt;br /&gt;5)    Manfaat untuk penelitian selanjutnya&lt;br /&gt;-       Penelitian ini dapat dipergunakan sebagai bahan dalam melanjutkan penelitian terkait dengan hubungan antara pengetahuan WPS (wanita pekerja sex) di lokalisasi Antah Berantah dengan ketaatan dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Langitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Metode Penelitian:&lt;br /&gt;Berikut ini contoh dari metode penelitian, akan tetapi setiap penelitian mempunyai metode-metode yang berbeda sesuai dengan tujuan yang ingin di capainya. Metode penelitian adalah cara penelitian itu dilakukan. Biasanya&lt;br /&gt;Metode penelitian terdiri dari:&lt;br /&gt;a.    Jenis Penelitian&lt;br /&gt;Jenis penelitian dapat menunjukan sebuah cara memandang sebuah penelitian berdasarkan cara pandang tertentu. Misalnya: Jenis penelitian berdasarkan jenis data yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian dilihat dari cara pendekatan yaitu cross sectional (potong lintang) dan longitudinal. Jenis penelitian dilihat dari hubungan antar variabel yaitu deskriftif, korelasional, komparasi.&lt;br /&gt;b.    Tempat Penelitian&lt;br /&gt;Tempat penelitian menunjukan dimana penelitian akan dilakukan. Disini calon peneliti harus secara lengkap menjelaskan tentang rencana penelitian akan dilakukan. Apabila tempat penelitian dilakukan di lebih dari satu tempat maka calon peneliti harus menjelaskan dimana saja penelitian tersebut.&lt;br /&gt;c.    Waktu Penelitian&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan waktu penelitian, calon peneliti harus menjelaskan dari mulai perencanaan sampai dengan publikasi. Kebanyakan calon peneliti mengambarkan waktu penelitian dalam bentuk tabel rencana penelitian.&lt;br /&gt;d.    Populasi, sampel dan sampling&lt;br /&gt;-       Dalam menjelaskan populasi, calon peneliti harus menjelaskan berapa besar populasi yang menjadi target dalam penelitian tersebut. Target populasi adalah populasi yang akan digunakan untuk melakukan generalisasi dari sebuah penelitian.&lt;br /&gt;-       Dalam menjelaskan sampling calon peneliti dengan cara apa mengambil sampel. Dalam menentukan jenis sampling seorang peneliti harus mempertimbangkan populasi target, metode penelitian, dan jenis pendekatan.&lt;br /&gt;-       Dengan menggunakan tehnik sampling yang baik calon peneliti dapat menentukan ukuran sample dari sebuah penelitian. Sample merupakan subjek penelitian yang terlibat langsung dalam penelitian. Hasil dari sample tersebut pada akhir penelitian akan digeneralisasi pada populasi target.&lt;br /&gt;e.    Instrumen penelitian&lt;br /&gt;-       Validitas&lt;br /&gt;-       Reliabilitas&lt;br /&gt;f.     Rencana analisa&lt;br /&gt;-       UnivariatTujuan dari analisis univariat (deskriftif) adalah menjelaskan/ mendeskripsikan karakteistik masing-masing variabel yang diteliti. Pada dasarnya analisis ini digunakan untuk meringkas data menjadi ukuran tengah dan ukuran variasi. Ringkasan tersebut selanjutnya dibandingkan dengan gambaran dari subjek yang lain. Dalam meringkas data numerik ukuran tengah yang biasa dipergunakan adalah mean, median, dan modus. Sedangkan nilai tengah diantaranya range, jarak inter quartil, standar deviasi.&lt;br /&gt;-       BivariatAnalisis ini digunakan untuk menghuji hubungan atau pengaruh dari dua buah variabel. Jenis uji bivariat disesuaikan dengan jenis data dari masing-masing variabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.    Etika Penelitian&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan etika penelitian calon peneliti harus menjelaskan masalah etik yang mungkin terjadi. Masalah etik tersebut dijelaskan oleh calon peneliti secara jelas termasuk cara mengatasi masalah etik tersebut. Beberapa masalah etik yang biasa terjadi dalam penelitian adalah: hak untuk self determination; hak terhadap privacy dan martabat; hak terhadap anonymity dan confidentiality; hak untuk mendapatkan penanganan yang adil; dan hak terhadap perlindungan dari ketidaknyamanan atau kerugian. Hak self determination memberikan otonomi kepada subjek penelitian untuk membuat keputusan secara sadar, bebas dari paksaan untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam penelitian ini atau untuk menarik diri dari penelitian ini. Sedangkan hak terhadap privacy dan dignity memberikan kesempatan kepada subjek penelitian untuk menentukan waktu, dan situasi dimana dia terlibat. Dengan hak ini pula informasi yang didapatkan di subjek penelitian tidak boleh dikemukakan kepada umum tanpa persetujuan dari yang bersangkutan. Sementara itu hak anonymity dan confidentiality didasari atas hak kerahasiaan, subjek penelitian memiliki hak untuk tidak ditulis namanya atau anonim dan memiliki hak untuk berasumsi bahwa data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5006922877442218247-3378571821658253850?l=kespromkes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kespromkes.blogspot.com/feeds/3378571821658253850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/03/bikin-proposal-yah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/3378571821658253850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/3378571821658253850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/03/bikin-proposal-yah.html' title='BIKIN PROPOSAL YAH…'/><author><name>YULIANIFILLA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06363603557875724474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5006922877442218247.post-5396022262165639226</id><published>2009-03-29T00:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T01:08:27.058-07:00</updated><title type='text'>KONSEP SEHAT DAN KEPERAWATAN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Konsep sehat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehat berarti bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi meliputi seluruh kehidupan manusia, termasuk aspek social, psikologis, spiritual, factor-faktor lingkungan, ekonomi, pendidikan dan rekreasi. Sehat merupakan suatu keadaan yang terdapat pada masa tumbuh kembang manusia. Sehat mencakup manusia seutuhnya meliputi aspek fisik, emosi, social dan spiritual. Setiap individu dalam masa tumbuh kembang selalu berusaha beradaptasi terhadap berbagai stressor dilingkungan atau tempat dia berada dan bekerja sesuai dengan pola budaya lingkungan setempat. Persepsi seseorang terhadap kesehatan berbeda-beda dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sakit adalah kegagalan atau gangguan dalam proses tumbuh kembang, gangguan fungsi tubuh, dan penyesuaian dri manusia secara keseluruhan, atau gangguan salah satu fungsi tubuh, sakit merupakan suatu keadaan dimana seseorang berada dalam keadaan tidak seimbang akibat adanya pengaruh yang datang dari luar atau dari dalam dirinya oleh karena pengertian sehat dan sakit tidak terlalalu spesifik, aka para ahli sepakat menggunakan suatu rentang atau skala untuk mengukur tingkat  atau status kesehatan seorang. Salah satu ukuran yang dipakai adalah healthillnes continuum atau rentang sehat sakit ( lihat gambar 4 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentang sehat sakit merupakan skala hipotesa yang berjenjang untuk mengukur keadaan seseorang. Tingkat  sehat seseorang berada pada skala yang bersifat dinamis, individualis, dan tergantung pada factor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. Menurut model ini, keadaan sehat selalu berubah secara konstan, dimana rentang sehat sakit berada diantaraa dua kutub yiatu keadaan sehat utama disatu kutub dan keadaan terminal atau kematian pada kutub lain. Pada saat penyakit bertambah berat, seseorang akan mengalami berkurangnya perasaan sehat, bertambahnya perasaan sakit dan menurunnya kemampuan fungsional.&lt;br /&gt; Konsep sehat digunakan sebagai landasan untuk mencapai sasaran keperawatan. Keperawatan memberikan bantuak kepada individu, keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kegiatan dasar sehari-hari, adaptasi terhadap keadaan sehat atau sakit serta mencapai derajat kesehatan yang optimal. Kegiatan keperawatan ditujukan kepada pencapaian kemampuan individu untuk merawat dirinya. Pendekatan pelayanan kesehatan utama (primary health care)  memungkinkan asuhan keperawatan esensial dapat dijangkau masyarakat (Individu, keluarga dan masyarakat). Oleh karena itu perawat harus berpartisipasi aktif dalam mengembangkan system pelayanan kesehatan utama sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang implementasinya memanfaatkan perawat secara efektif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Konsep Keperawatan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik fan mental, keterbatasan pengetahuan serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan seharo-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (Primary Health Care) untuk memungkinkan setiap orang mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan wewenang, tanggung jawab serta etika profesi keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperawatan yang komprehensif memperhatikan klien sebagai individu, keluarga dan masyarakat dengan membantu mengadakan penyesuaian diri yang dibutuhkan akibat penyakit yang dideritanya sehingga mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari. Keperawatan mengakui dan menghargai keluhuran martabat manusia, tidak membedakan jenis kelamin, umur, warna kulit, etnis, ras, agama, bangsa, kepercayaan dan tingkat social budaya termasuk ekohomi. Keperawatan merupakan ilmu terapan yang menggunakan keterampilan intelektual, keterampilan teknikal dan keterampilan interpersonal serta menggunakan proses keperawatan dalam membantu klien mencapai tingkat kesehatan optimal.&lt;br /&gt; Sebagai suatu profesi, keperawatan memiliki falsafah yang bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan. Dalam hal ini, pertama, keperawatan menganut pandangan yang holistic terhadap yaitu keutuhan manusia sebagai mahluk bio-psiko-sosial dan spiritual, kedua, kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistic dalam arti menghargai dan menghormati martabat manusia, memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia, memberi perhatian kepada klien serta menjungjung tinggi keadilan bagi semua manusia. Ketiga, keperawatan bersifat universal dalam arti tidak dibedakan atas ras, jenis kelamin, usia, warna kulitm etnik, agama, aliran politik dan status ekonomi social. Keempat keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan serta kelima, bahwa keperawatan menganggap klien sebagai partner aktif dalam arti perawat selalu bekerja sama dengan klien dalam memberikan asuhan keperawatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5006922877442218247-5396022262165639226?l=kespromkes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kespromkes.blogspot.com/feeds/5396022262165639226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/03/konsep-sehat-dan-keperawatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/5396022262165639226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5006922877442218247/posts/default/5396022262165639226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kespromkes.blogspot.com/2009/03/konsep-sehat-dan-keperawatan.html' title='KONSEP SEHAT DAN KEPERAWATAN'/><author><name>YULIANIFILLA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06363603557875724474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
